Pages

Feb 19, 2011

Tuhan Alam dan Manusia

Dalam ajaran Islam, pandangan tentang Tuhan, Alam, dan Manusia memunyai keterkaitan yang sangat erat. Seorang Muslim menyakini, Allah lah pencipta alam semesta dan mengaturnya dengan keseimbangan. Keyakinan itu menciptakan kesadaran bahwa alam semesta merupakan sarana memahami keberadaan dan kebesaran Allah.


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,pergantian malam dan siang, bahtera-bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan [suburkan] bumi sesudah mati [kering]-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; [pada semua itu] sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berakal.” [QS al-Baqarah [2]: 164]. Sedangkan manusia diciptakan Allah sebagai khalifah di bumi, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan satu khalifah di muka bumi.” [QS al- Baqarah [2]: 30].


Feb 18, 2011

100 Pesan Nabi Untuk Wanita Salihah

“Sebaik-baik perempuan adalah Isteri yang jika kamu memandangnya, ia akan membahagiakanmu; jika kamu menyuruhnya, ia akan menaatimu; jika kamu pergi ia akan menjaga harta dan harga dirimu” (Sabda Nabi Muhammad SAW).


eBook Islami ‘100 pesan Nabi untuk menjadi wanita salihah‘ ini berisi pesan-pesan Nabi Muhammad SAW untuk menjadi seorang wanita salihah dimata agama dan Allah SWT.


Ditengah arus globalisasi dan cengkeraman kapitalisme ini, budaya konsumeristik dan hedonis seringkali menjebak kaum wanita pada sikap mementingkan diri sendiri dan abai terhadap tugas-tugas dan kewajibannya yang mulia. Mereka pun kehilangan arah untuk meniti jalan hidup rabbani yang diridhai Allah SWT.


Feb 16, 2011

Robohnya Surau Kami

Robohnya Surau Kami adalah sebuah kumpulan cerpen sosio-religi karya A.A. Navis. Cerpen ini pertama kali terbit pada tahun 1956, yang menceritakan dialog Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga Negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah. Cerpen ini dipandang sebagai salah satu karya monumental dalam dunia sastra Indonesia.

Buku Robohnya Surau Kami ini berisi 10 cerpen: Robohnya Surau Kami, Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, dan Dari Masa ke Masa.

Di dalam setiap cerpennya di buku ini, A.A. Navis menampilkan wajah Indonesia di zamannya dengan penuh kegetiran. Penuh dengan kata-kata satir dan cemoohan akan kekolotan pemikiran manusia Indonesia saat itu - yang masih relevan di masa sekarang ini.

Feb 15, 2011

Sebab Mekarmu Hanya Sekali

Ketika angin zaman menerpamu
Di atas cadas ataupun lumpur cemar
Teruslah mewangi wahai kuntumku
Tetaplah indah di padang liar
Hingga kau lah yang akan dipetik
Sebab mekarmu hanya sekali!

Ilalang yanng terhampar
Desau angin dan dengung
kumbang-kumbang
Angin zaman memang telah berubah arah
Sampai waktu milikmu akan tiba
Jangan pernah hilang wangimu
tersia-sia

Cahaya cinta yang diberkati
Dibalut kepak sayap para bidadari
Inilah hari yang dinanti
Ketika madu suci temukan kumbang sejati
Menjaga dan memiliki
wangimu dengan nama-Nya

Feb 14, 2011

Tarian Cinta

Novel menyentuh ini berkisah tentang kehidupan seorang pemuda Palestina yang tinggal di wilayah Israel.

Kakeknya tewas dalam perang 1948 dan ayahnya masuk penjara dua athun sebelum kawin karena dituduh membom sebuah kafetaria kampus. Ia sendiri tak peduli pada politik. Ia malah masuk sebuah SMA Yahudi bergengsi karena mendapat beasiswa. Ia tak menyelesaikan kuliahnya, lalu bekerja serabutan dan kawin dengan seorang gadis Arab yang bekerja sebagai juru rawat.

Dihiasi berbagai kisah mengharukan dan perenungan tentang persahabatan, perang dan damai , novel ini menggambarkan kehidupan sehari-hari di ranah yang penuh dengan konflik, di mana kekacauan sudah menyusup sampai ke sel-sel terkecil kehidupan dan kekerasan merajalela sehingga orang-orang saling mendehumanisasi.